Hukum Merayakan Maulid Nabi Menurut MUI, Benarkah Bid'ah Dhalalah?

 Jakarta - Hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiul Awalnya, kalender Hijriyah. Walau demikian, serangkaian perayaan Maulid Nabi wajarnya diadakan sepanjang bulan Rabiul Awalnya.

Ada beragam adat untuk rayakan Maulid Nabi. Misalkan, pembacaan Maulid Dziba, Barzanji, bantuan anak yatim, pengajian, pembacaan sholawat, dan lain-lain.Banyak juga adat yang ada di beragam wilayah, dan disamakan corak warna tradisi istiadat masyarakat di tempat. Secara singkat, Maulid Nabi membuat warga senang.  King88bet

Mencuplik situs MUI, hukum mengingati Maulid Nabi Muhammad SAW ialah bisa dan tidak termasuk bid'ah dhalalah (dibuat-buat yang jelek) tapi b Tradisi Panjang Jimat Pada Malam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kanoman Cirebon id'ah hasanah (suatu hal yang bagus). king88bet login alternatif

Karena tidak ada dalil-dalil yang mengharamkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, bahkan juga bila ditelaah justru ada dalil-dalil yang membolehkannya.
Bid'ah Hasanah ialah suatu hal yang tidak dilaksanakan oleh Nabi atau beberapa teman dekatnya tetapi perlakuan itu mempunyai nilai kebaikan dan tidak berlawanan dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits. Dan bid'ah dhalalh ialah perlakuan baru dalam agama yang berlawanan dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Hukum Merayakan Maulid Nabi Menurut MUI, Benarkah Bid'ah Dhalalah?

Kemampuan mengingati Maulid Nabi mempunyai argumentasi syar'i yang kuat. Seperti Rasulullah SAW rayakan kelahiran dan akseptasi wahyunya dengan berpuasa tiap hari kelahirannya, yakni tiap hari senin Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awalnya akseptasi wahyunya.

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ" : فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ." رواه مسلم
"Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sebenarnya Rasulullah SAW sebelumnya pernah ditanyakan berkenaan puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Di hari itu saya dilahirkan dan wahyu di turunkan kepadaku". (H.R. Muslim)

Kita disarankan untuk senang atas karunia dan anugerah Allah SWT ke kita. Termasuk kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yang bawa karunia ke semesta alam. Allah SWT berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
"Ucapkanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, sebaiknya dengan itu mereka senang. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu ialah lebih bagus atas sesuatu yang mereka mengumpulkan. (QS.Yunus:58).

Postingan populer dari blog ini

Pakistan: Supreme Court of law halts armed forces tests of Imran Khan advocates

A Tactical Method towards Product-Led Advertising

Connections as well as the significant lifestyle